 |
|
Wednesday, November 04, 2009
Seiring bergantinya waktu.... dan bergantinya marhalah kehidupan... berganti pulalah catatan-catatan harian....
catatan saya menghampar ke http://tapakhati.multiply.com
^_^
semoga bermanfaat...khususnya untuk saya sendiri :)
Posted at 08:15 pm by Himura Chan
Archive
Friday, August 22, 2008
dari email seorang sahabat ^_^
Sat, Jul 26, 2008 at 1:18 PM
"Barang Siapa yang bertaqwa kepada Allah niscaya Dia akan mengadakan baginya jalan keluar" (QS At-Thalaq [65]:2) Ketika menyatakan beriman : "…, Bersabarlah kamu dan kuatkanlah kesabaranmu dan tetaplah bersiap siaga (diperbatasan negerimu) dan bertaqwalah depada Allah supaya kamu beruntung." (QS.Ali-Imran [3]:200) Dalam kehidupan yang kita tempuh ini adakalanya kita merasa BOSAN dan Malas. Padahal, semangat adalah hal yang penting diperlukan selama mengarungi setiap langkah kita menuju impian dan cita-cita. Semangat adalah bahan bakar yang akan membuat kita tetap melaju. Ironisnya, dalam ikhtiar acapkali semangat dan keistiqomahan kita terkadang mengecil bahkan hilang. Ketika sedang semangat-semangatnya mengejar suatu cita2 dan impian. Ketika tak ada seorang pun yang bisa mencegah kita dalam mengejarnya. Lalu karena suatu hal tiba-tiba semangat kita hilang. Kalau ini sudah terjadi maka berat bagi kita untuk mengerjakan apapun guna mewujudkannya. Ketika api itu meredup maka lambat sekali kita berjalan, malas bahkan putus asa. Di sinilah pentingnya kita untuk kembali meluruskan niat kita. Ketika tidak ada manusia yang menghargai pekerjaan kita maka yakinlah bahwa Allah melihat dan menghargainya. Yakinlah bahwa Allah akan membalas dengan banyak hal yang tidak kita duga-duga baik di dunia atau di akherat kelak. Ingat, tidak ada usaha yang Allah sia-siakan jika niat kita memang karena-Nya. Berhasil atau tidak Allah akan menghargainya. Jika kita adalah orang yang menekuni suatu pekerjaan yang membutuhkan pengorbanan waktu. Maka waktu yang kita korbankan itulah investasi kita untuk kebahagian kita di masa mendatang. Justru membuang-buang waktu adalah bila kita tidak berbuat apa-apa atau hanya menuruti hawa nafsu belaka. Maka, sadari itu, tekankan dalam alam bawah sadar. Insya Allah energi kita akan semakin membesar. Kalaupun energi itu belum membesar seketika. Maka tetaplah konsisten dalam ikhtiar kita, lambat laun semangat itu akan kembali timbul. Adapun yang tidak boleh di lupakan adalah kemampuan kreatif kita untuk membuat variasi kegiatan untuk mengalahkan kemalasan. Insya Allah kita akan selalu siap menghadapi setiap perasaan malas yang bisa datang kapan saja dan tetap istiqomah karena Allah semata. Jadi, tingakat kan terus tingkat keistiqomahan kita setinggi mungkin. "Tidak adanya Visi atau Tujuan dalam hidup, menjadikannya pendek pikiran. Karena pendek pikiran ia lebih tertarik melakukan hal-hal yang instan sifatnya, yang membiarkan kenikmatan sesaat, tanpa memikirkan akibat yang ditimbulkannya." Langkah utama yang mesti kita tempuh untuk membentuk pribadi kita menjadi istiqomah adalah kembali pada visi dan komitmen hidup. Tidak adanya misi menjadikan seseorang tidak komitmen menjalankan nilai-nilai kebenaran. Ia terombang-ambing dalam ketidakpastian, ia terombang-ambing dalam ketidakpastian. Ia tidak memiliki semangat juang untuk sukses dan istqomah dalam beramal. Dua penyakit ini tidak memiliki visi yang jelas dan tidak memiliki komitmen dalam kebenaran- pada akhirnya akan melahirkan ketidakdisiplinan, sedang kan tidak disiplin menjadi awal untuk meraih kegagalan. Tidak adanya visi dan komitmen akan menyebabkan seseorang sibuk beraktivitas, namun semua yang dilakukan tidak effective, tidak bernilai tambah dan hanya membuang-buang waktu, sebab ia hanya mengerjakan hal-hal yang kurang penting, atau bahkan tidak penting.mungkin pula aktivitas yang ia lakukan sangat menyenangkan, namun akibat yang ditimbulkan demikian panjang dan berat. Tidak sebanding antara yang ia dapatkan dengan yang ia korbankan, karena segalanya dilakukan tanpa arah yang jelas dan perhitungan yang matang. Seorang pegawai yang tidak memiliki visi dalam hidup, dan komitmen terhadap nilai-nilai, ia akan bekerja seenak perut, tidak berfikir untuk mengembangkan diri bekerja secara professional. Ia hanya menuntut hak tanpa peduli kewajiban. Tak heran bila dalam waktu singkat, ia tergusur oleh perubahan. Seorang pedagang yang tidak memiliki visi dan komitmen dalam hidup, akan mudah menipu pembeli. Aia akan menukar kebahagiaan dan keberkahan dengan keuntungan sedikit. Karena itu, siapa yang memiliki visi dan tujuan yang jelas dalam hidup, lalu ia berjuang keras menjaga komitmen hidupnya, lalu berjuang keras menjaga komitmen hidupnya maka ia akan menjadi manusia disiplin. Dan dengan kedisiplinan, gerbang kesuksesan akan segera kita jelang. "Hai orang-orang yang beriman, bertakwalah kepada Allah dan hendaklah setiap diri memperhatikan apa yang telah diperbuatnya untuk hari esok (akhirat), dan bertakwalah kepada Allah, sesungguhnya Allah Maha engetahui apa yang kamu kerjakan." (QS al-haasyr [59]:18) Kata2 ini selalu aku ingat : "gagal dalam merencanakan sama dengan merencanakan gagal" di ambil dari sebuah buku, oleh2 aku dari tanggerang 13 Juli 2008
Posted at 01:13 am by Himura Chan
Archive
Thursday, October 25, 2007
Masalah tak Kunjung Usai sebuah email dr Sahabat "PC"
Bismillahirrahmaanirrahiim... Seperti hal nya hidup, permasalahan tak kan pernah hilang selama hayat masih dibadan... berapa tahun yg kita lalui di dalam hidup pasti menggandeng permasalahan, entah itu; pertemanan, pengkhianatan, perselisihan, amanah, ketidakpedulian, keangkuhan.... ternyata hidup ini penuh masalah... Kadang kita hanya bisa bersimpuh pada Yang Mengatur Alam dan Kehidupan ini pada masalah yg kita tidak mengerti jalan keluarnya, karena kita hanyalah hamba yg tidak mampu berbuat apapun... dan selalu mebutuhkan pertolongan dariNya... "Ista'inuu Bi Shobri was Sholaah...." mengapa ayat ini selalu mengedepankan 'SABAR' dan Sholat sebagai pengapitnya/pendampingnya? tidakkah kita berfikir makna dari ayat itu keserasian dan keselarasan, bukankah ini petunjuk bagi kita. Menyerah bukanlah solusi untuk keluar dari permasa'alahan, Sabar pun bukan lah kelemahan, Sabar itu berbuat sebagaimana sebuah hadits " Ikutilah keburukan dengan kebaikan, niscaya kebaikan akan menghapuskannya, dan berakhlaq lah kpd orng lain dngn akhlaq yg Baik" Sabar itu pun tidaklah instan... kita fahami itu, buah sabar adalah kemanisan dan Allah janjikan itu " Kholidiina Fihaa Abada, Rodhiyallahu 'Anhum wa Radhuu 'Anhu Dzalika Liman Khosiya Rabbah ".... di dalam Jannah-Nya tidakkah itu tabungan akhirat kita... Allah Maha Tahu setiap kebutuhan umatnya bahkan yang tak mampu diungkapkan dengan lisan sekalipun, bahkan yg baru terdetik di hati ini. Teman.... Jikalau aku tak mampu memberimu solusi, setidaknya aku siap mendengarkan keluh kesahmu, dan meyakinkan dirimu,,,, kau tidaklah sendiri.... Saling mengingatkan itu janjiku... maafkan aku. ----------------------- Jazakillah khoiron katsir atas emailnya.... 
Posted at 09:42 am by Himura Chan
Archive
Wednesday, March 21, 2007
Pesona Kepribadian Itu….2
Serial Surat Sahabat :
Pesona Kepribadian Itu….2Surat Sahabat untuk calon istrinya (M. Hadi - Evrilia)
Berbicara tentang segala hal yang berkaitan dengan manusia adalah
pembicaraan yang mengasyikkan, tidak ada yang habis untuk dibicarakan,
tapi sewaktu kita mulai belajar untuk berbicara kepada topik yang mulai
sedikit besar kitapun mulai merasa sedikit bosan, namun lingkungan
kita, tuntutan perubahan di sekitar kita membuat kita tidak mungkin
mengelak dari pembicaraan - pembicaraan tersebut. Tersebutlah sebuah
kisah tentang sebuah even besar di suatu kota dalam sebuah seminar yang
mencoba memandang masa depan kota itu lima tahun yang akan datang,
diundanglah seorang ketua sebuah partai besar di negeri ini, kemudian
juga diundang seorang redaktur koran harian di kota tersebut dan juga
wakil dari pelaksana yang juga seorang petinggi partai. Pembicaraan
jadi berbeda arah karena setiap orang menilai dengan kacamata sendiri -
sendiri, sang pembesar partai satu mengatakan bahwa diperlukan sebuah
sistem pemerintahan yang kuat dan pelayanan publik karena dia saat itu
menjabat sebagai pembesar pemerintahan di kota tersebut, satu orang
sang pemred menyoroti kelemahan salah satu partai di negeri ini yang
orang - orangnya hanya berkumpul di sekitar masjid, mushola dan majelis
taklim sehingga banyak 'orang - orang buruk' yang tidak tahu kebaikan
sedang wakil dari panitia mengatakan bahwa untuk membuat negeri ini
bangkit dari keterpurukan maka solusinya hanya satu ' pendidikan'.
Setelah itu ada sesion tanya jawab dan ternyata dari sekian banyak
pertanyaan maka banyak yang lebih menyoroti kepada masalah
pemerintahan, dan media , sedang masalah pendidikan sangat sedikit
pertanyaan, seakan - akan terlupa bahwa memang semua berangkat dari
situ Awal Sebuah Problem. Sebuah masalah hanya akan menjadi
masalah jika kita mendefinisikannya sebagai masalah, masalah hanya akan
menjadi masalah jika secara emosional kita mendefinisikan menjadi
masalah, tapi akan menjadi lebih mengkhawatirkan lagi jika ada sebuah
masalah namun tidak dirasakan atau dirasakan tapi bukan masalah inti
sebenarnya. Takdir Bagi Bangsa Yang Sedang Bangun Adalah sebuah
hal yang lumrah jika seorang anak yang baru lahir hanya berfikir
tentang bagaimana makan dan minum, jika kekurangan cukup dengan
merengek, namun sebuah hal yang harus jika ada seorang yang sudah
dewasa mendapatkannya dengan cara yang berbeda.,Bangsa ini sedang lahir
kembali, dalam proses kelahirannya sangat dipenuhi dengan berbagai
kesulitan, seakan - akan hanya bayi terpilih saja nanti yang dapat
lahir dan bertahan, belum bisa banyak berharap rasanya kepada bayi ini
untuk segera bangkit, kecuali bayi ini dengan kesadarannya yang tinggi
untuk memaksa dirinya mempercepat kedewasaan. Kedewasaan selalu berawal
dari pikiran dan niat baik. kemudian diukur dengan matang akan resiko -
resiko kedewasaan yang akan diambil baru kemudian beranjak untuk
berjalan menapaki kedewasaan. Oleh karena itu jika semuanya dilakukan
tanpa sebuah pikiran untuk dewasa maka pada dasarnya itu bukanlah
kedewasanaan karena salah satu ciri kedewasaan adalah semua dipikirkan
terlebih dahulu. Bangsa ini belum begitu dewasa, terbukti susah sekali
bangsa ini berfikir hal - hal jangka panjang yang bersifat strategis,
dalam seminar itu misanya, masalah pendidikan yang sangat strategis
ternyata disambut dengan dingin oleh peserta seminar, walaupun sang
pembicara menyampaikannya dengan data dan dalil yang sangat indah,
namun sekali lagi sampai disini mungkin akal kolektif bangsa ini. Takdir Bagi Pesona Kepribadian.......
Begitulah pesona kepribadian itu muncul dan begitu pula awal mula
sambutan dari manusia, Rasululloh muncul dengan pesona kepribadiannya
yang mulia namun manusia malah menyambutnya dengan cemoohan, dan takdir
manusia - manusia yang mempunyai pesona kepribadian di dunia ini juga
sama , bekerja dalam hening dan sepi sambil berharap manusia akan
sadar akan masalah yang sedang dan akan dihadapi. Mengambil Peran
Mungkin kisah - kisah para pesona kepribadian adalah kisah - kisah
yang menyedihkan, apakah begitu? memang begitulah, tapi semua itu ada
sebuah hikmah bahwa diperlukan orang - orang yang berfikir diluar
kebiasaan. Tidak semua orang ditakdirkan Alloh untuk mengambil peran
ini, karena tidak semua orang bisa bertahan dalam kerja hening dan sepi
sampai takdir Alloh menjemput, namun dalam sejarah panjang manusia maka
karya - karya besar sealu muncul dalam kerja yang hening dan sepi,
karena justru hening dan sepi itulah yang menjadi teman dan ujian
hidupnya. Mengambil peran ini diibaratkan dengan kesediaan untuk
mengambil peran diluar perkiraan sebelumnya, mengambil peran ini di
umpamakan dengan keberanian yang luar biasa untuk segera pergi dari
alam mimpi kealam nyata, oleh karena sewaktu kita telah 'memutuskan'
mengambil peran ini maka tidak ada kata mundur dengan segala
permasalahan yang sedang dihadapi atau mungkin dihadapi karena kita
dengan kesadaran tinggi dan dengan petunjuk Alloh memilih peran yang
sangat menggelisahkan banyak manusia ini. Tidak ada kata lari dari
persoalan, sekali kita melangkah maka segala resiko harus berani
diahadapi bersama sambil berdoa agar Alloh swt memberikan rahmat dan
barokahnya. Apakah Pesona Kepribadian Itu Bersama Kita Saat Ini???
Pesona kepribadian itu saat ini sedang bersama kita, menatap artikel -
artikel kita dan membacanya, namun dia belum berani untuk melakukan
langkah menjejakkan karya sederhananya untuk bisa dinikmati oleh yang
lainnya, dia masih malu atau mungkin sedikit ragu untuk melangkah,
semoga ini bukan sebuah tanda dia akan lari dari tantangan hidupnya
yang menjadi takdiri bagi dirinya. Yang bisa kita lakukan saat ini
sekali lagi adalah menanti....dan menanti...sampai Pesona Kepribadian
itu menampakkan diri.....
Posted at 01:34 pm by Himura Chan
Archive
Serial Surat Sahabat :
Pesona Kepribadian Itu…1Surat Sahabat untuk calon istrinya (M. Hadi - Evrilia)
Terkadang aku berpikir sungguh indah skenario Alloh kepada hambaNya
yang lemah ini, segala proses yang kujalani bersamamu seakan – akan
menghilangkan seluruh usaha – usaha manusiawiku, segala persiapan yang
ku jalani dalam proses pendewasaan hidup seakan – akan di nolkan oleh
Sang Pembuat Hidup, sampai pada sebuah titik nadhir bahwa aku tak
berdaya dan hanya bisa berharap kepada kekuatan Alloh swt.
Mencintaimu walau aku pernah menyatakan kepadamu , aku ingin
mencintaimu dengan sederhana, ternyata tidak sesederhana yang aku
perkirakan, sosok sederhanamu seakan – akan menunjukkan betapa
anggunnya ( calon ) istriku ini, cara bicaramu yang khas dan sederhana
seakan – akan menjadi penyejuk hati dan akal yang sedang gelisah,
sungguh Pekerjaan ini adalah sebuah pekerjan mencintai yang hanya bisa
dilakukan orang – orang yang dirahmati Alloh. Terkadang dan sering
engkau berkata dengan lugas dan terasa tanpa beban apa saja yang ada di
pikiranmu, engkaupan mengatakan apa adanya dirimu, seluruh kelemahan –
kelemahan dirimu, padahal kalaupun engkau menutupinya maka akupun siap
menerima segalanya, insyaalloh hidup ini akan menjadi tenang saat
bersamamu. Sungguh semua ini semakin membuat tekadku semakin kuat untuk
merajut benang merah kehidupan bersamamu wahai ( calon ) istriku.
Sungguh dibalik kesederhaanmu tersimpan pesona jiwa yang mengagumkan.
Pesona itu saat ini sedang aku pikirkan dengan sangat serius, dari
manakah datangnya?, selama interaksiku dengan akhwat akhwat , maka
pesona itu tidak aku rasakan sedemikian kuatnya kecuali saat
berinteraksi denganmu, aku sendiri terperangah , kau buat aku terkejut
dan terkesima dengan pesona yang kau miliki, dan saat aku melihat lagi
dirimu….aku hanya diam….membisu dan batin inipun berbicara insyaalloh
aku akan hidup dengan si pemilik pesona jiwa anggun ini. Pesona
menurut para ahli psikologi dan pendidikan diartikan dengan sebuah
sikap pikiran, emosi dan tindakan yang tampak indah di mata orang lain.
Pikiran, emosi dan tindakan ini telah mendominasi si pemilik pesona,
sehingga setiap ucapan, tindak tanduk tidak akan jauh dari seluruh isi
pesona. Dalam Islam pesona ini dimaknai dengan kalimat akhlak. Dan
akhlak menurut para ulama diartikan dengan setiap pekerjaan pikiran,
emosi dan fisik yang telah menjadi kebiasaan sehingga telah terwujud
menjadi sebuah karakter, dan dalam Islam pesona karakter ini selalu
muncul dari kekuatan dasar seseorang yaitu qolbun ( hati ), oleh karena
itu pantaslah suatu saat Rasulullah pernah berkata, ‘ Sesungguhnya di
dalam tubuh seseorang ada segumpal darah, jika segumpal darah itu baik
maka seluruh amalnya akan baik, tapi jika segumpal darah itu buruk maka
seluruh amalnya akan tidak baik, segumpal darah itu adalah hati ‘. Dan
dalam psikololgi pesona ini disebut dengan Inner Beuty, sebuah pesona
kecantikan yang telah terinternalisasi, tanpa disadari kecantikan itu
tampak, tanpa disadari oleh pemiliknya kecantikan itu terlihat di
setiap ucapan dan tindak tanduk.Dan pesona itu yang menjadikanku
semakin mantap untuk berdo’a kepada Alloh untuk dapat hidup di dunia
dan di akherat bersamamu, insyaalloh. Paling tidak ada tiga pesona yang engkau miliki saat ini, yaitu Kemampuan Menyayangi, Keibuan dan Kemanjaan. Pesonamu yang pertama adalah Kemampuan Menyayangi,
dan kemampuan ini memang rata – rata dimiliki oleh mayoritas akhwat,
tapi kualitas kemampuan ini berbeda kapasitasnya pada setiap orang,
kualitas ini sangat dipengaruhi oleh kapasitasnya dalam memaknai
kehidupan, dalam merenungi segi – segi kepribadian, kemampuan ini juga
dipengaruhi oleh faktor luar, lingkungan keluarga, dan masyarakat. Dan
faktor terakhir yang mempengaruhi kemampuan ini adalah faktor tarbiyah
, faktor pembinaan yang tertempa dalam diri seseorang. Kemampuan
Menyayangi ini bersumber dari dua karakter dasar, dari dua akhlak dasar
yaitu kemampuan menerima orang lain apa adanya dan kemampuan bersabar
saat berinteraksi dengan orang yang berbeda karakter. Muaranya adalah
setiap orang yang berinteraksi dengan dirimu akan merasakan ketenangan,
kenyamanan dan kesejukan serta tidak tertekan, dan tiga faktor ini,
ketenangan, kenyamanan dan kesejukan adalah faktor yang sebenarnya
menjadi kriteria setiap ikhwan untuk memilih pasangan hidupnya,
walaupun setiap ikhwan mempunyai bahasa tersendiri untuk menyebutkannya. Aku
ingin mencoba melukiskan dengan sedikit detail tentang faktor – faktor
yang membentuk pesonamu yang pertama ini. Kemampuan menerima orang lain
hanya akan bersumber dari satu sumber yaitu kemampuan menerima kualitas
diri apa adanya, dengan segala kelemahan dan kekuatan yang ada yang
dikaruniakan Alloh kepada mu, namun ada sebuah sifat yang seakan – akan
melukiskan kekurang percayaan diri mu kepada kualitas diri, secara
kasat mata antara kemampuan menerima diri dengan kekurang percayaan
terhadap diri sendiri saling bertentangan, dan memang bertentangan,
oleh karena itu aku coba mengamati dengan lebih dalam , ternyata dari
sekian kasus itu maka kekurang percayaan diri itu terlihat saat
berinteraksi denganku, dan semakin aku telusuri dan renungkan lebih
dalam maka sebenarnya itu bukan sifat kurang percaya dirimu tetapi
adalah kemanjaanmu yang muncul tanpa kamu sadari atau kamu sadari dan
kamu sengaja tapi dengan cara seperti itu, nanti kita bahas dalam
faktor kemanjaan. Selain faktor ini maka rasa sayang itu juga terlihat
dari mayoritas keluarg mu, selama interaksi yang terjadi maka rata –
rata keluarga mu adalah keluarga guru, dan sebagai seorang guru
karakter yang utama adalah kesabaran dan dari kesabaran muncullah kasih
sayang, dan itu juga kamu miliki kelihatannya. Kedua faktor internal
ini semakin kuat saat kamu mulai intens berinteraksi dengan dunia
tarbiyah yang merupakan basis penggodokan bagi kepribadian mu, dan
dengan ciri khasmu kamu mudah beradaptasi dengan karakter tarbiyah
disekitarmu selama ini, selain faktor ini faktor wilayah juga
menunjukkan karakter ini, menurutku semakin seseorang bertempat tinggal
di barat Malang maka karakter, bahasa, sopan santun orang akan
bertambah halus ( mayoritas ), dan kesimpulan ini muncul dari interaksi
aku dengan ikhwan atau akhwat yang berada di barat Malang, jadilah
kedua faktor eksternal ini semakin memperkuat pesona pertamamu ini. Pesonamu yang kedua adalah sifat keibuan.
Pernah ada seorang ikhwan yang pernah berbincang denganku, dan
pembicaraan itu sampai juga ke topic tentang dirimu, dan dia
mengatakan….Ukhti Lia itu sangat keibuan….. . Keibuan adalah bentuk
lain dari pesona kasih sayang, namun pesona ini adalah salah satu dari
tampilan kasat mata dari karakter kasih sayang. Keibuan secara bahasa
Indonesia diartikan dengan mempunyai sifat seperti seorang ibu atau
diartikan juga dengan bertindak seolah – olah seperti seorang ibu. Awal
interaksi di Forkalam tidak ada kesimpulan ini muncul dalam benakku,
namun setelah aku lihat lebih dalam terutama saat aku melihat foto –
fotomu dengan akhwat – akhwat lain maka, karakter itu mulai terlihat
sedikit, posisi mu dalam foto, sikapmu saat berpose dengan akhwat –
akhwat yang lain , dan sifat keibuan ini sangat tampak saat dalam foto
itu terlihat bagaimana sikapmu saat dekat dengan adik - adik yang
berada di bawahmu. Dan sifat ini semakin tampak saat fase – fase
terakhir interaksiku dengan dirimu di MIPA, terasa sekali perubahan
itu, kamu yang sewaktu awal aku kenal demikian dinginnya tiba – tiba
menjadi seorang yang sangat hangat dan lembut diantara akhwat – akhwat
yang aku kenal, sempat dalam hati aku berkata pada waktu itu, ‘ Kenapa
baru kau tampakkan saat ini ? kenapa tidak dulu – dulu? Sehingga aku
bisa mendapatkan input energi yang lebih dari dulu ? Sifat inipun
semakin tampak saat engkau berprosesi sebagai seorang guru bagi sebuah
sekolah play Group dan TK, aku sendiri saat itu ga percaya, apa benar
ukhti Lia jadi guru? Apa bisa? Dan ternyata semua ini semakin
membaguskan kepribadianmu yang satu ini.Sedalam apa pengaruh profesi
ini terhadap pembentukan sifatmu? Aku ingin melukiskannya suatu saat
nanti. Oleh karena itu wahai ( calon ) istriku sungguh insyaalloh
engkaulah pesona yang mengagumkan itu. Kedua sifat ini sebenarnya
sudah cukup bagiku untuk mendapatkan ketenangan dan kebahagian untuk
menempuh hidup dengan dirimu di dunia dan akherat, pernah kah engkau
mendengar ucapan Rasulullah saat rasululullah menyarankan kepada ikhwan
yang hendak menikah , “ Pilihlah wanita – wanita yang subur, penyayang
dan lemah lembut perangainya”. Dan itu semua ada dalam dirimu. Maha
Suci Alloh atas semua karunianya. Pesonamu yang ketiga adalah Kemanjaan. Aisyah
rah pernah berkata : Suatu hari Saudah mengunjungi kami. Dan,
Rasulullah duduk diantara diriku dan Saudah. Sedangkan satu kaki beliau
berada di pangkuanku dan satunya berada di pangkuan Saudah. Maka
kubawakan untuknya makanan ( yang terbuat dari bahan tepung dan air
susu ) lalu kukatakan, ‘Makanlah’ Saudah lalu menolaknya dngan berkata,
“ Aku sedang tidak berselera makan”. Lalu kukatakan, “ ( Demi Alloh )
makanlah atau aku akan mengotori wajahmu,” Dia lalu menolak dengan
berkata ,” Aku tak akan mencicipinya,” lalu kuambil makanan dari
mangkuk yang besar dan kulumurkan ke wajahnya, ( Nabi saw tertawa ).
Lalu Rasulullah saw mengangkat kaki beliau dari pangkuan Saudah, agar
ia bisa membalasku. ( dan beliau berkata kepada Saudah, “ Kotorilah
mukanya !” ) lalu dia mengambil makanan dari mangkok besar dan
melumurkannya ke mukaku dan Rasulullah saw tertawa. Pada kesempatan
yang lain Rasulullah berkumpul dengan istri – istrinya dan saling
bertukar cerita serta memenuhi ruangan dengan suasana canda dan suka
cita. Sampai – sampai Nabi saw mengulurkan tangan kepada Zainab.
Kemudian Aisyah berdiri. Ia merasa cemburu dan dan berusaha menghalangi
rasul. Maka Rasulpun menahan tangan beliau. Kisah – kisah
diatas adalah beberapa kisah yang menunjukkan sisi – sisi kemanjaan
Aisyah kepada Rasulullah dan kemanjaan itu tidak ingin dan tidak boleh
disaingi oleh istri – istri yang lainnya. Bagaimana dengan dirimu???Aku
tidak berpikir sama sekali untuk beristri lebih dari satu seperti
Rasulullah , namun yang ingin aku sampaikan adalah aku ingin mencoba
menyibak cara khasmu dalam bermanja – manja yang itu berbeda dengan
yang lainnya, dan ini baru aku sadari setelah melalui perenungan yang
dalam dan lama. Kemanjan itu adalah salah satu sifat jiwa dan
sifat jiwa ini akan tampak dalam sifat fisik. Sifat fisik yang paling
mudah untuk mendeteksi sifat jiwa adalah alunan suara dan rona wajah
dan sikap. Untuk rona wajah dan sikap aku tidak begitu berani
mengisahkannya , mungkin suatu saat nanti setelah Alloh mentakdirkan
kita dalam biduk rumah tangga. Suaramu adalah suara khas yang
menunjukkan kondisi jiwamu, saat engkau gembira maka alunan suaramu
riang dan ceria dan terasa tanpa beban lepas namun sebaliknya jika
suasana jiwamu murung maka perubahan juga terlihat , suaramu datar tak
berirama dan seakan – akan tidak ingin berbicara lama. Namun ini masih
belum cukup untuk membuktikan sifat manjamu ini. Suatu saat karena
sesuatu hal aku harus menghubungimu, namun karena kondisiku waktu itu
tidak begitu fit dengan segudang permasalahan yang sedang kuhadapi maka
emosikupun tidak stabil , ditengah – tengah ketidak stabilan itulah aku
menghubungimu. Alunan suara yang kudengar dari lisanmu sangatlah ceria
dan bersemangat namun karena kondisiku tidak begitu fit maka suaraku
tidak bersemangat, dan anehnya tiba – tiba suaramu juga berubah tidak
bersemangat , datar dan tidak menunjukkan keceriaan seperti sebelumnya,
akhirnya komunikasi itupun hambar dan datar. Namun setelah itu akupun
berpikir ulang, tidak seharusnya aku melakukan itu. Akhirnya akupun
menghubungimu lagi tentu dengan perubahan suara yang bersemangat,
dan…………alunan suara ceriamu terdengar lagi. Kemanjaan itu selalu
berpangkal pada keinginan untuk diperhatikan jika perhatian yang
diharapkan ternyata tidak didapatkan maka yang muncul adalah
kekecewaan, tapi kekecewaan yang didasari kemanjaan tentu berbeda
kelihatannya di banding dengan kekecewaan yang didasarkan kebencian,
ada kesan kekanak –kanakan di antara kekecewaan itu, ada kesan lucu di
samping kekecewaan yang di bungkus dengan sifat kekanak – kanakan,
itulah yang berupa kemanjaan. Kemanjaan juga bisa berupa tuntutan untuk
melakukan sesuatu, jika yang diminta tidak melakukan maka secara
langsung tubuh bereaksi dan memberikan kekecewaan dan tampak dalam
wajah atau ucapan namun saat permintaan itu diwujudkan maka semua
kegembiraanpun akan terlihat dalam tingkah dan alunan suara yang indah.
Jika engkau bisa meramu ke tiga karakter ini, Kasih sayang,
keibuan dan kemanjaan maka engkau akan menjadi wanita yang paling
mempesona diantara yang lain karena engkau telah mampu menggabungkan
beberapa sifat yang saling bertolak belakang namun saat engkau bisa
menggabungkannya maka sifat – sifat yang bertolak belakang itu akan
menjadi sangat harmonis….Sungguh engkaulah Pesona Kepribadian Itu…..
Posted at 01:06 pm by Himura Chan
Archive
Ijinkan Kami Berlayar Menuju Bahtera – Mu
Serial Surat Sahabat :
Ijinkan Kami Berlayar Menuju Bahtera – Mu Surat dari seorang sahabat (M. Hadi - Evrilia R)
Kutatap lekat – lekat wajah putih nan bersih itu dari kejauhan, saat aku pulang dari menunaikan tugas sederhanaku mengabdi kepada Ilah. Ku pulang dengan penuh kelelahan dan kesyukuran, kupercepat langkahku ke rumah, rindu bertemu sang bidadari yang sedang menunggu di rumah. Pintu itu telah kuketuk dan akupun membukanya, karena tak ada suara yang menyahut akupun membuka dengan kunci yang kubawa sendiri. Kemanakah bidadariku???Apakah dia belum pulang dari aktivitasnya membangun generasi robbani bangsa ini???. Wajah itu putih bersih, senyum keikhlasan tersungging disana, gurat – gurat kelelahan tampak di wajahnya, namun tak mengurangi keceriaan wajahnya. Kecantikannya luar biasa, ketabahannya memanggul beban umat ini juga sangat mengagumkan, sungguh wajah putih nan menawan ini telah menahanku untuk beranjak dari posisiku, semakin kudekati dia, walaupun dia telah tertidur pulas…..sangat lelah kelihatannya. Kududuk disampingnya…kulihat dan kutatap lekat wajahnya dengan penuh perasaan, kuusap pipinya dan kubersihkan sedikit debu yang menempel di keningnya, kemudian kucium keningnya…….dia bergerak….mungkin aku mengganggunya…..namun ia tertidur lagi dengan senyuman yang manis sekali. Ya Robb….Ijinkan Kami Berlayar Menuju Bahtera-Mu. Subhanalloh…Ya Robb jadikan hambaMu ini menjadi hamba yang senantiasa bersyukur dan bersabar atas semua ketentuanMu. Jangan jadikan hambaMu ini lupa atas semua kenikmatan yang Engkau berikan, dan jangan jadikan hambaMu ini menjadi orang yang lupa diri dan menyombongkan diri, ghurur dan ujub. Jadikan hambaMu ini hamba yang rendah diri kepadaMu dan rendah hati dihadapan manusia. Berikan kekuatan kepadaku ya Robb…kekuatan untuk selalu memperbaiki diri terus – menerus, Ya Robb perbaiki seluruh urusan hamba baik urusan dunia dan terlebih akherat, permudah segala hal yang membuat hambaMu ini semakin dekat kepadaMu dan berikan kekuatan kepada hambaMu ini untuk membimbing si jantung hati untuk memperbaiki dirinya untuk mengabdi kepadaMu. Ya Robb hamba tidak mempunyai apa – apa tanpa pemberianMu, hamba adalah manusia biasa yang Engkau berikan kenikmatan luar biasa berupa pendamping hidup yang akan menemaniku menapaki kehidupan dalam sebuah jamaah yang indah. Sungguh ya Robb ini adalah kenikmatan yang tiada bandingnya yang saat ini Engkau berikan kepada hamba, Ya Robb Ijinkan Kami Berlayar Menuju Bahtera-Mu. Si pemilik wajah putih nan bersih itu kini sedang gelisah…atau mungkin sedang bingung apa yang harus dilakukan dan nanti apa yang akan dilakukan. Keputusannya untuk melangkah bersama menapaki kehidupan adalah sebuah pilihan yang sebenarnya belum terpikir untuk ditunaikan, namun kata hati tak dapat di dustai…saat jiwa bergetar…mendengar panggilan ilahi….maka panggilan itupun ditunaikannya, walau persiapannya tidaklah terlalu mencukupi. Tapi keyakinannya yang tinggi akan takdir Alloh telah mengantarkannya menuju ketetapan hati untuk berproses dan belajar mengarungi samudra kehidupan bersama biduk cinta yang insyaAlloh kan terwujud sebentar lagi. Riak – riak emosinyapun sangat terlihat, bingung…berdebar – debar…tidak tahu apa yang akan dilakukan…menjadi bahan renungan utamanya saat ini, semoga semua ini adalah salah bentuk ibadah. Getar suaranyapun sangat terlihat jelas…terbayang bahwa dirinya akan hidup dengan seorang laki –laki yang selama ini pernah dikenalnya dan pernah berinteraksi dengan dirinya, namun tidak terbayangkan bahwa lelaki itu akan menjadi pendamping hidupnya dan menemaninya untuk beribadah kepada Robbul Izzati di dunia dan akherat. Tidak ada yang istimewa dari ikhwan itu sebenarnya…..penampilan fisiknya juga sama dengan yang lainnya, gaya bicaranya…dan lainnya juga tidak terlalu beda. Secara financial ikhwan itu juga tidaklah terlalu mapan apalagi jika dilihat dari kebutuhan hidup saat ini. Wajahnya????insyaalloh dia adalah ikhwan yang dikaruniakan dengan wajah tampan, namun yang lainnya juga demikian, apakah daya pesona lelaki ini????sehingga bisa menarik hatinya untuk bersedia menempuh bahtera kehidupan disela-sela ketidaksiapannya. Ikhwan itu hanya menjawab….Ya Muqollibal Qulub Tsabbit Qolbi 'ala dinik. Wa 'ala Tho'atik. Bagaimana dengan emosinya????emosinya terkadang cukup menenangkan namun terkadang juga menggetarkan…tidak tahu bagaimana dia memoles situasi emosinya….diantara ikhwan seangkatannya dialah yang paling berani untuk melangkah kejenjang pernikahan. Dia mungkin terlalu berani dan terlalu nekad untuk menantang kehidupan ini. Masa – masa kuliah tidak dihabiskannya untuk hanya kuliah dan da'wah tapi juga bermaisyah, kelihatannya dia menginginkan proses kematangan dalam dirinya berjalan dengan cepat, kelihatannya dia memaksakan dirinya untuk mempercepat proses kedewasan. Detik – detik saat aku akan berpisah dengan dirinya saat di kampus dulu adalah detik – detik yang paling rumit untuk kulukiskan…kurasakan kehampaan yang sangat dalam…tidak tahu apa yang musti kulakukan..akhirnya semua perasaan kutumpahkan kepadanya dengan goresan – goresan penaku, aku tidak dapat menulis ..tapi hati ini telah menumpahkan seluruh emosi yang ada dan mengalirlah …Setelah surat itu kusampaikan kepadanya…barulah kusadari bahwa itu adalah surat pertamaku kepada seorang ikhwan dengan gaya penyampaian dan isi demikian terus terangnya dan kutumpahkan semua perasaan, atau mungkin surat itu adalah surat cinta pertamaku kepada seorang ikhwan……dan saat ini aku sedang belajar menulis surat cinta…untuk dirinya….dan ku berharap kelak kalau Alloh mentaqdirkan maka aku akan menuliskan banyak surat cinta kepadanya. Fikrahnya????dia aku kenal dengan ikhwan yang suka baca buku, tidak tahu sudah berapa ratus buku yang sudah di bacanya, dia baca berbagai macam buku, dari buku agama, politik, ekonomi, social budaya dan juga novel. Namun kelihatanya dia tidak terlalu suka baca novel islami yang saat ini banyak di cetak kecuali novel – novel yang berkualitas katanya. Akupun tidak tahu apa maksudnya. Diapun sering mengatakan bahwa perlunya manusia itu senantiasa merenung dan beruzlah..dan memang kuamini, dia melakukan itu..terlihat dari beberapa tulisan – tulisannya yang sarat dengan nuansa perenungan walau kurasa terlalu berat untuk kupahami, saat kutanya apa maksud semua tulisan – tulisan dan sajak – sajak cinta itu???dia hanya menjawab suatu saat aku akan tahu sendiri, dan begitulah beberapa hari setelah jawabannya aku menerima biodatanya…..jahat sekali dia…ini adalah salah satu kebiasaannya saat berinteraksi dengan orang lain, suka membuat orang terkejut….tapi terus terang kusuka…..dan kuterima biodatanya. Ya Robb sucikan cinta hambaMu ini. Kutatap lekat – lekat wajah putih nan bersih itu dari kejauhan, saat aku pulang dari menunaikan tugas membangun generasi robbani bangsa ini, ku pulang dengan penuh kelelahan dan kesyukuran, kupercepat langkahku ke rumah, rindu bertemu sang pahlawan yang sedang menunggu di rumah. Pintu itu telah kuketuk dan akupun membukanya, karena tak ada suara yang menyahut akupun membuka dengan kunci yang kubawa sendiri. Kemanakah pahlawanku???Apakah dia belum pulang dari aktivitas sederhananya mengabdi kepada Ilahi???. Wajah itu putih bersih, senyum keikhlasan tersungging disana, gurat – gurat kelelahan tampak di wajahnya, namun tak mengurangi ketampanan wajahnya. Rona wajahnya luar biasa, ketabahannya memanggul beban umat ini juga sangat mengagumkan, sungguh wajah putih nan menawan ini telah menahanku untuk beranjak dari posisiku, semakin kudekati dia, walaupun dia telah tertidur pulas…..sangat lelah kelihatannya. Kududuk disampingnya…kulihat dan kutatap lekat wajahnya dengan penuh perasaan, kuusap pipinya dan kubersihkan sedikit debu yang menempel di keningnya, kemudian kucium pipinya…….dia bergerak….mungkin aku mengganggunya…..namun ia tertidur lagi dengan senyuman yang manis sekali. Ya Robb….Ijinkan Kami Berlayar Menuju Bahtera-Mu.
Posted at 11:48 am by Himura Chan
Archive
Tuesday, March 06, 2007
Kembali Ku Sendiri
Datang dengan sendiri... tanpa teman yang mengiringi.. mengais isi dengan sendiri....
sahabat perlahan menjauhkan diri kembali ku sendiri...dr kebersamaan yang berarti karena memang berawal dr sendiri....
memberi manfaat memang tidak mudah tidak jarang keacuhan yang datang kembali ku sendiri...... sambil pergi mencari yang mau menemani...
[ikhlas, sabar dan istiqomah]
Wika, 5 Maret 2007 Pkl. 17.31 wib
Posted at 01:13 pm by Himura Chan
Archive
Monday, February 26, 2007
Ana Masih ingat dirimu ^_^
Khaifal Khal ya Ikhwati? Ana Masih ingat dirimu ^_^
Assalamu'alaikum Wr. Wb
Hemm.... semalam memegang HP lalu membaca Addressbook mulai dr atas sampe bawah...langsung terlintas pengen sms ke temen2, just nanyain kabar...
[Kediri - Welly n OB] -Temen SMU kelas 1...hmm..kabarnya bisnisnya lagi lesu dalam setahun ini...heheh ana balesin Surah Al Insyirah ..padahal dia Chinese khatholik lagi...tp "terima kasih" katanya :)
-Temen sekamar waktu di Wisma Unibraw...hmm.kangen ma candanya n cerita akhwat2nya ...xixixixi...tp sekarang dah mulai serius dengan pekerjaanya....semoga besok maret bisa ketemu lagi...amin..ciri khas sms nya "Lamlekom ..sam piye kabare?"..hihiihi
[Malang - IRL] temen yang pernah ana bantu ngerjain skripsinya selama 2 hari 2 malam di Lab Biologinya....kabarnya...barusan Wisuda S2 nya dengan predikat SumoCumloude dengan IPK 4 bulat lulus tercepat dan termuda, padahal saat dia S1 dia juga dapat Cumloude IPK 3,76..ckckck...kabarnya mo ke jepang..mo lanjutin dobledegree (beasiswa)..dan hari ini 26 februari dia menginjak Usia yang ke 25 thn..Barakallah .. :)..semoga usianya barakallah n semoga mendapat Ilmu yang bermanfaat...Hemmm dia janji mo silaturahim ke rumah besok maret ini..saat ana pulang nanti...amin
[Mojokerto - Sv.P 1709] nah ini mba yang satu ini..orangnya super sabar..alhamdulillah kabarnya baik..n lagi nonton PILDACIL n Tenggelamnya Kapal Levina I...eh dia lupa sama milad adeknya (atas)...
[Jogja - S.M] kakak satu ini..sangat misterius...jdnya ya jawaban smsnya cuma "ALhamdulillah sehat dek...nanti kakak freetalk ya?"..heheh akhirnya freetalkan deh...:)
[Bandung - Ela] Alhamdulillah kabarnya..hamil 2 bulan...dan alhamdulillah selamat yang katanya pekan 5 sempet pendarahan..tp insya Allah selamat....Mba Ela salam buat Mas Eko yah!!...n doain ana ya..ikhlas,sabar n isiqomah..jangan khawatir dengan cerita di smsku yah!...
[Medan - RK] hmm...adekku satu ini memang hemat kata2...tp dia dah lulus..jd ikut seneng juga....sms semalam..dia sibuk dengan ngajarnya n ngejaga keponakan...dan alhamdulillah kabarnya sehat
[Lampung - BK] cuma ana misscall ajah...hehehe
[Tangerang - IAP] nomornya gak bisa dihubungi
[Balikpapan - AW] heheh kasian cuma di miscall
[Jakarta - PC, AS] -hehe..cuma nanya berapa harga Kamus Al Munawir. -hehe miscall mastiin jd FreeTalk gak? [yang gak bales smsnya] Malang - ZRN, Zulianto Kediri - IJ, Agung JG, Zulfia
Jazakumullah k.k Wassalamu'alaikum wr wb
Himura Chan
Posted at 11:36 am by Himura Chan
Archive
Friday, February 09, 2007
Selamat Milad untuk adekku Tercinta
Assalamu'alaikum wr wb...
Uhti M. WIndha.....adekku tersayang.... Selamat Milad ya!!!....
Semoga usia-usia yang telah berlalu diberkahi oleh Allah..dan usia-usia yang tersisa semoga dikaruniai kenikmatan untuk senantiasa dalam Rahmat dan KeridhoaanNya...
dek...tetap Iklash, Sabar dan Istiqomah ya!!...maaf untuk tahun ini saya belom sempet hadiahin apapun...kecuali do'a.....
Amin.......................^_^
Posted at 10:25 am by Himura Chan
Archive
Wednesday, February 07, 2007
Untuk Sahabatku..... Kadang kita tidak bisa memahami sampai kapan kita harus bertahan, sampai kapan kita harus bersabar..sabar tidak ada batasnya, sabar tidak ada habisnya..karena sejatinya sabar adalah berusaha untuk tetap bersabar itu sendiri... Berbuat baik memang tidak mudah, meski kadang kita berharap imbal balik kebaikan pula, tapi apakah kita akan berhenti berbuat baik jika bukan kebaikan yang kita terima?...hanya Allah sebaik-baiknya tempat kembali dan Sang Penepati janji... sabar ya sahabatku!!.....
Posted at 08:57 pm by Himura Chan
Archive
|
|
|
|
 |
|
Hit Counter and shoutbox
|
|
Antum pengunjung yang ke-
Komentar Antum?...^_^
|
|
|
 |